gravatar

Mendiknas Jamin UN tidak bocor

MENTERI Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengaransi soal ujian nasional (UN) tahun 2010 tidak akan bocor.

Garansi ini diberikan menyusul laporan dari jajaran Kementerian Pendidikan Nasional yang telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa percetakan.

Hal itu diungkapkan Mohammad Nuh, dalam kunjungan ke Dinas Pendidikan Jawa Barat berkait dengan persiapan akhir pelaksanaan UN tahun 2010 di Jawa Barat.

“Kami menggaransi soal UN 2010 tidak akan terjadi kebocoran, karena sistem pengamanan yang ada dipercetakkan cukup ketat, sehingga tidak ada peluang untuk melakukan pembocoran soal,” katanya.

Apa arti dari pernyataan garansi ini, kata Nuh melemparkan pertanyaan dan dijawabnya sendiri. “Artinya, jika ada di masyarakat mendapatkan bocor soal atau kunci jawaban, itu berarti bagian dari upaya masyarakat yang ingin mengambil keuntungan dengan cara melakukan kebohongan, ingin memanfaatkan situasi seperti ini kepada masyarakat yang masih bimbang. Karena itu saya tegaskan dan berani menggaransi kalau soal UN tidak bocor,” katanya.

Nuh mengharap masyarakat untuk tidak percaya, terhadap adanya soal bocoran atau kunci jawaban. “Saya juga memperingatkan kalau soal yang akan diujikan ditiap kelas juga di acak tipe soalnya, sehingga para peserta tidak bisa mencontek terhadap teman di kana-kiri atau depan belakangnya, karena bisa jadi tidak sama tipe soalnya. Yakinkan dan kerjakan sesuai kemampuan para peserta,” katanya.

Pakta Kejujuran

Mendiknas yang mantan Rektor ITS ini juga menjamin tidak bocornya soal UN, karena dalam sidak Mendiknas dan jajarannya ke beberapa percetakan, dipastikan upaya pengamanan dilakukan dengan sangat-sangat ketat.

“Selain itu, telah ditandatanganinya Pakta Kejujuran dengan para kepala dinas pendidikan yang ditindaklanjuti para kepala dinas pendidikan dengan jajaran di bawahnya, juga member jaminan atas tidak bocornya soal UN tahun ini,” katanya.

Beberapa waktu lalu Mendiknas pernah mengatakan kalau dirinya tidak begitu merisaukan terhadap pernyataan yang mengatakan penandatanganan Pakta Kejujuran dengan para kepala dinas pendidikan se-provinsi di Indonesia hanya upaya membangun pencitraan publik.

“Saya tidak perduli itu, karena bagi kami adalah bagaimana sesuatu yang baik itu memang harus diketahui publik, melalui pendeklarasian inilah masyarakat diharapkan akan tahu dan bisa melakukannya di daerah masing-masing,” katanya.



Mendiknas juga mengungkapkan, untuk memfasilitasi pengaduan masyarakat tentang penyelenggaraan UN, Kemendiknas telah membuka POSKO UJIAN NASIONAL, melalui telepon 021-5703303, Hot line 021-3853000, SMS 0811976929 dan 021-68853000, faksmile 021-5733125, dan e-mail pih_lt4@yahoo.co.idAlamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya dan poskoun2010@yahoo.comAlamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya , yang akan beroperasi selama 24 jam.

( DARI : JARDIKNAS )

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Komentarnya

BUKU TAMU

Free Shoutbox by ShoutCamp