Mendiknas: Siswa UN Ulangan Agar Diantar Utusan Sekolah
Jakarta, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta agar siswa peserta Ujian Nasional (UN) Ulangan diantarkan oleh utusan sekolah saat menuju ke tempat ujian. Hal ini dilakukan, kata Mendiknas, untuk mengurangi beban psikologis siswa.
"Anak-anak saat ujian ulang sebaiknya diantar oleh utusan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, atau guru untuk memberikan dorongan karena mereka berasal dari berbagai sekolah," kata Mendiknas saat memantau kesiapan pelaksanaan UN Ulangan di SMA Negeri 3 Jakarta, Senin (10/5/2010).
SMA Negeri 3 Jakarta adalah Rayon 10 penyelenggara UN Ulangan untuk 18 sekolah. Sebelumnya, Mendiknas mengunjungi SMA Negeri 35 Jakarta sebagai Rayon 2 yang menyelenggarakan UN Ulangan bagi 35 sekolah.
"Memang agak asing bagi mereka, tetapi kalau ada dukungan dan sehari sebelummnya sudah melihat lokasi ujian, apalagi ditambah keramahan tuan rumah, Insya Allah beban psikologis sangat berkurang," kata Mendiknas.
Pada kunjungannya, Mendiknas didampingi Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto, Direktu Pembinaan SMA Sungkowo, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto.
Mendiknas menyampaikan, kunjungan yang dilakukan bukan untuk evaluasi hasil UN yang lalu, tetapi untuk memastikan kesiapan pelaksanaan UN ulang. "Kami sangat memberikan apresiasi kepada kawan-kawan panitia, kepala sekolah, dan guru," katanya saat memantau kesiapan pelaksanaan UN Ulangan di SMA Negeri 3 Jakarta.
UN Ulangan SMA Sederajat dilaksanakan mulai 10-14 Mei 2010, khusus SMA Luar Biasa mulai 10-12 Mei 2010. Pada hari pertama mengujikan dua mata pelajaran untuk SMA/MA, yakni Bahasa Indonesia pada jam pertama untuk semua program. Kemudian Biologi untuk program IPA, Sosiologi (IPS), Sejarah Budaya/Antropologi (Bahasa), dan Fikih (Agama). Sementara jenjang SMK dan SMALB pada hari pertama hanya mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Jakarta Wieke Salehani mengatakan, di sekolahnya ada tiga siswa yang mengulang UN pada mata pelajaran Kimia, Biologi, dan Matematika. Selain itu, kata dia, ada tujuh siswa mengulang Ujian Sekolah, walaupun mereka lulus UN. "Baru tahun ini ada siswa tidak lulus ujian sekolah. Mengulangnya satu minggu setelah ini," katanya.
SMA Negeri 3 Jakarta mengawali tahun pertama sebagai Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dari 10 RSBI yang ada di DKI Jakarta. Di sekolah ini juga terdapat kelas super. "Untuk kelas super lulus semua, sebagian sudah ada yang diterima di Jurusan Kedokteran UI (Universitas Indonesia, IPB (Institut Pertanian Bogor), dan, UNAIR (Universitas Airlangga)," kata Wieke.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Nasional, dari total peserta UN SMA/MA 2010 sebanyak 1.522.162 siswa terdapat 154.079 (10,12%) siswa yang mengulang. Sementara jumlah siswa yang tidak mengulang 1.368.083 (89,88%) siswa. Adapun jumlah siswa yang mengulang di Provinsi Jakarta dari 59.697 peserta sebanyak 5.426 atau 9,09 persen mengulang. "Untuk SMK di DKI Jakarta yang mengulang 7,5 persen dari hampir 50 ribu peserta," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto.
Taufik mengatakan, UN Ulangan SMA di DKI Jakarta diselenggarakan oleh 16 rayon untuk SMA, dua rayon untuk MA, dan delapan rayon untuk SMK. "Konsentrasi Ujian Ulangan ada di rayon dan tidak di sekolah masing-masing. Kami terus berupaya untuk menjadi pelaksana yang menyenangkan terutama memberikan kesan nyaman bagi para siswa peserta Ujian Ulangan dari berbagai sekolah," ujarnya.
Faisal Muhammad, siswa jurusan IPS SMA YMIK 2 Jakarta, mengulang tiga mata pelajaran, yakni Matematika, Geografi, dan Bahasa Indonesia. Dia mengaku kurang persiapan saat menghadapi UN Utama. "Saya tegang dan membulatkan jawabannya kurang pas. Hari ini saya akan mengikuti UN Ulangan Bahasa Indonesia," katanya.
"Anak-anak saat ujian ulang sebaiknya diantar oleh utusan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, atau guru untuk memberikan dorongan karena mereka berasal dari berbagai sekolah," kata Mendiknas saat memantau kesiapan pelaksanaan UN Ulangan di SMA Negeri 3 Jakarta, Senin (10/5/2010).
SMA Negeri 3 Jakarta adalah Rayon 10 penyelenggara UN Ulangan untuk 18 sekolah. Sebelumnya, Mendiknas mengunjungi SMA Negeri 35 Jakarta sebagai Rayon 2 yang menyelenggarakan UN Ulangan bagi 35 sekolah.
"Memang agak asing bagi mereka, tetapi kalau ada dukungan dan sehari sebelummnya sudah melihat lokasi ujian, apalagi ditambah keramahan tuan rumah, Insya Allah beban psikologis sangat berkurang," kata Mendiknas.
Pada kunjungannya, Mendiknas didampingi Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto, Direktu Pembinaan SMA Sungkowo, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto.
Mendiknas menyampaikan, kunjungan yang dilakukan bukan untuk evaluasi hasil UN yang lalu, tetapi untuk memastikan kesiapan pelaksanaan UN ulang. "Kami sangat memberikan apresiasi kepada kawan-kawan panitia, kepala sekolah, dan guru," katanya saat memantau kesiapan pelaksanaan UN Ulangan di SMA Negeri 3 Jakarta.
UN Ulangan SMA Sederajat dilaksanakan mulai 10-14 Mei 2010, khusus SMA Luar Biasa mulai 10-12 Mei 2010. Pada hari pertama mengujikan dua mata pelajaran untuk SMA/MA, yakni Bahasa Indonesia pada jam pertama untuk semua program. Kemudian Biologi untuk program IPA, Sosiologi (IPS), Sejarah Budaya/Antropologi (Bahasa), dan Fikih (Agama). Sementara jenjang SMK dan SMALB pada hari pertama hanya mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Jakarta Wieke Salehani mengatakan, di sekolahnya ada tiga siswa yang mengulang UN pada mata pelajaran Kimia, Biologi, dan Matematika. Selain itu, kata dia, ada tujuh siswa mengulang Ujian Sekolah, walaupun mereka lulus UN. "Baru tahun ini ada siswa tidak lulus ujian sekolah. Mengulangnya satu minggu setelah ini," katanya.
SMA Negeri 3 Jakarta mengawali tahun pertama sebagai Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dari 10 RSBI yang ada di DKI Jakarta. Di sekolah ini juga terdapat kelas super. "Untuk kelas super lulus semua, sebagian sudah ada yang diterima di Jurusan Kedokteran UI (Universitas Indonesia, IPB (Institut Pertanian Bogor), dan, UNAIR (Universitas Airlangga)," kata Wieke.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Nasional, dari total peserta UN SMA/MA 2010 sebanyak 1.522.162 siswa terdapat 154.079 (10,12%) siswa yang mengulang. Sementara jumlah siswa yang tidak mengulang 1.368.083 (89,88%) siswa. Adapun jumlah siswa yang mengulang di Provinsi Jakarta dari 59.697 peserta sebanyak 5.426 atau 9,09 persen mengulang. "Untuk SMK di DKI Jakarta yang mengulang 7,5 persen dari hampir 50 ribu peserta," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto.
Taufik mengatakan, UN Ulangan SMA di DKI Jakarta diselenggarakan oleh 16 rayon untuk SMA, dua rayon untuk MA, dan delapan rayon untuk SMK. "Konsentrasi Ujian Ulangan ada di rayon dan tidak di sekolah masing-masing. Kami terus berupaya untuk menjadi pelaksana yang menyenangkan terutama memberikan kesan nyaman bagi para siswa peserta Ujian Ulangan dari berbagai sekolah," ujarnya.
Faisal Muhammad, siswa jurusan IPS SMA YMIK 2 Jakarta, mengulang tiga mata pelajaran, yakni Matematika, Geografi, dan Bahasa Indonesia. Dia mengaku kurang persiapan saat menghadapi UN Utama. "Saya tegang dan membulatkan jawabannya kurang pas. Hari ini saya akan mengikuti UN Ulangan Bahasa Indonesia," katanya.
Sumber: Agung -GIM- ( depdiknas.go.id )

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Komentarnya